3 Langkah mudah beternak ayam kampung
Selamat malam sobat tanpanama, jumpa lagi dengan penulis. Kali ini akan membahas seputar ayam nih. Siapa yang suka makan ayam? yah pasti sebagian besar teman-teman semua suka dengan ayam, makan ayam maksudnya. Mulai dengan ayam goreng, ayam bakar, ayam kecap, ayam gulai atau dimasak dengan cara yang lain. Kalau penulis sendiri lebih menyukai untuk makan ayam jenis kampung, karena tekstur dagingnya yang enak dan tidak berbau aneh tidak seperti ayam potong yang dipasar yang baunya menyengat, karena ayam potong tersebut hanya membutuhkan beberapa bulan saja untuk dapat dipotong biasanya sekitar 3 bulan. Berbeda dengan ayam kampung yang dapat di potong sekitar usia 1 tahun, lebih dari itu biasanya dagingnya sedikit alot.
Ngomong-ngomong ayam kampung, untuk harganya sendiri juga jauh berbeda kawan, bisa selisih kali lipat dari harga 1 ekor ayam potong/ayam pedanging atau ayam boiler. Rasa ayam kampung sangatlah gurih dan baunya tidak menyengat seperti ayam pedaging yang biasa di jual dipasar.
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis, dimana tempat tinggal nya dahulu masih ikut orang tua, yang memiliki peternakan ayam kecil disamping rumah, akan dibahas mengenai langkah apa saja yang akan dilakukan ketika beternak ayam , terutama ayam kampung.
3 Langkah mudah beternak ayam kampung
1. Tempat
Bagi yang menginginkan mempunyai ternak ayam dalam sekala kecil kurang dai 10 ekor, bisa dilakukan di samping rumah, dengan catatan di buatkan kandang tersendiri. Buatlah pagar yang agak tinggi dengan bambu atau kayu, dan buat kandang seperti rumah untuk tempat berteduh ayam-ayam tersebut. Kalau mau dijadikan satu kandang bisa2 saja, namun apabila betina bertelur dan mengerami, buatlah kandang khusus untuk mengerami telur tersebut.
JIka ingin beternak ayam lebih dari 10 usahakan jauh dari lingkungan rumah, ditakutkan bau kotoran ayam yang dapat menjadikan polusi udara bagi tetangga sekitar rumah.
Buatlah kandang yang bersih, dimana kotoran ayam bisa dibersihkan dari kandang dan usahakan kandang tidak basah, karena jika basah akan menyebabkan bau tidak sedap dan membawa penyakit yang mengakibatkan ayam jadi sakit.
2. Jenis Ayam
Pilihlah jenis ayam sesuai kebutuhan, jika hanya ingin memelihara saja dan tidak buat dijual bisa memilih jenis ayam kampung, karena masa panennya lebih dari 1 tahun dan bukan sebagai mata pencaharian. Jika ingin menjualnya juga tidak mengapa, karena harganya yang terbilang tinggi dan dagingnya gurih dan lezat.
3. Pakan dan Kesehatan
Umumnya pakan untuk ternak ayam kampung adalah dedak. Tidak menutup kemungkinan untuk mengasih sisa makanan kita apa bila tidak habis, seperti sayuran atau nasi yang penting masih layak, dan perlu dicatat bukan makanan basi ya, karena itu akan mempengaruhi kualitas ayam tersebut. Hindarkan kandang ayam dari karet gelang atau sejenisnya, karena akan menyangkut di mulut ayam atau ditembolok ayam menyebabkan ganguan pencernaan.
Selalu cek kondisi kesehatan ayam kampung. Kadang jika musim penghujan tiba, suara ayam nggrok nggrok, jika tidak ditangani ayam akan sakit flu dan bisa mati. Langkah yang harus diambil dengan menghaluskan bawang merah dengan kencur, setalah halus kasih ke ayam, dengan cara membuka mulutnya dan kasih sedikit air. Lakukan rutin sampai sembuh, dan pisahkan dengan ayam yang sehat agar tidak terjadi penularan.
Semoga artikel ini bisa bermannfaat bagi kita semua. Jika ada kritik dan saran silahkan tulis dikolom komentar di bawah ini. Selamat beternak ayam kampung :)

0 Response to "3 Langkah mudah beternak ayam kampung"
Posting Komentar