Pengalaman Kerja di Bumn bidang Perbankan Part 4
Selamat pagi sobat tanpanama, kali ini saya akan sharing melanjutkan cerita penulis ketika bekerja sebagai bankir di bank BUMN.
Pada cerita sebelumnya, setelah masa training habis, dan mendapatkan SK penempatan, maka sesuai tanggal yang di tentukan sudah berada di bank tersebut. Penulis ditempatkan bukan di tempat asal, yah tidak apa-apa jaraknya masih bisa ditempuh sekitar 3 jam memakai sepeda motor. Saya berangkat ke kota tujuan sehari sebelum masuk kerja, dengan membawa tas ransel berisi pakaian untuk digunakan selama 1 minggu. Kita harus tau lokasinya dan mencari tempat penginapan yang jaraknya tidak jauh dengan kantor. Berhubung SK nya tertulis di area, maka penempatan posisi teller atau customer service belum di tentukan berikut juga cabangnya. Di hari pertama, ada 4 kalau tidak salah di area tersebut pegawai baru satu angkatan, dan salah satunya itu asli dari kota tersebut, membayangkannya enak kalau dapat tempat kerja dengan tempat tinggal.
Diajaklah kami berempat kecabang-cabang terdekat didampingi Pegawai bank dengan jabatan service quality officer. Sambil mempelajari dan mengamati apa yang dilakukan para frontliner bank, dengan melakukan proses transaksi nasabah pada umumnya seperti setor, penarikan dan transfer antar bank. Diakhir hari ada evaluasi atas apa yang telah kita amati, dan berlanjut sampai 2 hari kalau tidak salah, Dan di hari terakhir pengamatan di area kami diberi sk penempatan dan jobdesc, semua mendapatkan posisi sebagai teller, karena memang teller semua yang dibutuhkan waktu itu dan berbeda cabang semua.
Saya mendapatkan tempat penempatan yang tidak begitu jauh dari area hanya memakan waktu 30 menit. Di cabang tersebut memang dibutuhkan 1 teller lagi dikarenakan transaksinya yang tidak bisa dihandle dengan 2 orang teller. Kalau ditanya perasaan jelas, deg degan, apalagi baru lagi dan berhubungan dengan uang yang apabila salah maka berakibat fatal.
Semua harus kita kerjakan serba cepat jangan sampai antrian teller menumpuk, namun harus tetap waspada dan mematuhi SOP yang berlaku. Jangan percaya begitu saja dengan teller senior, selalu mengunci loker uang dan log out system teller kita karena apabila kita lengah hal itu bisa disalahgunakan oleh siapa saja, dan kita yang jadi tersangka karena nama kita tertera disistem tersebut.
Hari demi hari kinerja saya pun mulai memahami ritme kerja dan semakin cepat. Teman kantor pun enak-enak. Senior saya juga sering mengajarkan tentang kondisi transaksi di cabang tersebut. Jangan khawatir jika dalam 1 bulan teman-teman belum secepat senior kalian, ingat mereka juga hampir sama seperti kalian dahulu yang masuk kerja tidak bisa secepat sekarang, mereka bisa karena terbiasa.
Itu dahulu yang penulis bisa cerikatan, apabila ada kritik dan saran silahkan tulis dikolom komentar dibawah ini ya. :)

0 Response to "Pengalaman Kerja di Bumn bidang Perbankan Part 4 "
Posting Komentar